Search This Blog

Saturday, June 26, 2010

Bonda..Bonda tau tak? Syair Ar rahman Bonda lagi hebat dari Syed Sadaqat Ali...


Semoga umur Bonda di panjangkan agar dapat kami terus nikmati suara dan kehadiran Bonda disisi, semoga Bonda sentiasa sihat ... Ya Allah Ya Rabbi..peliharalah Bonda kami ini seperti dia memelihara kami..kemampuan kami terbatas..hanya engkau yang mampu, memberi yang terbaik buat Bonda kami ini.


Perjalanan hidup Bonda penuh liku. Anak sulong perempuan di zaman penjajahan bukanlah satu kemegahan kepada tuan empunya badan. Kehilangan saudar, kematian di depan mata..menjadi sejarah hitam dalam hidup Bonda. Mereka tidak diajar cara mempertahankan diri, jika di Kawasan Sadong Jaya, Ilmu batin di guna..di Kpg Sungei Lajem ketika itu? tutup jalan laut, udara ada, tutup jalan udara, jalan darat ada..selain dari 'underground..lubang tanah, tilam di guna untuk menyembunyikan diri dari musuh dan itu juga yang meragut nyawa sepupu bonda, sekaligus , seluruh keluarga lenyap. Ada yang berkata serpihan anggota badan mereka bergelimpangan terkena bom Jepun. Satu memeori yang tak pernah luput dari ingatan Bonda sehingga ke hari ini. Tugas utama Bonda memasak air. Satu ketika..sedang Bonda pergi ke satu Telaga untuk mengambil 2 baldi air..tetiba desingan mesin gun meluru, pantas Bonda berlari menuju ke rumah yang berdekatan. Di bawah rumah itu ada tempat lubang bawah tanah, sekarang Bonda hanya mampu menunjuk lokasi itu tetapi tidak mampu untuk menceritakan segalanya. Anakmu tau perit untuk bercerita ..itu dulu dan kini ia menjadi sejarah dalam diri Bonda.


Bonda ..izin anak mu bercerita lagi..izinkan 'aku kembali' ya Bonda..


Beberapa bulan yang lepas ketika aku jauh beribu batu..aku menerima text dari seorang sahabat. Aku hormati sahabat ini kerana perjuangan. Aku imbas kembali ketika perjalanan sahabat ini ke sebuah kampung merentasi anak sungai. Ini saja yang ada..sebuah perahu dan anak sungai. Kampong ini jauh terpencil..3 jam dari Bandar Sri Aman dan mesti melalui Sungai..itu pun anak sungai yang sempit. Setibanya di satu selekoh..sahabat ini bersama 2 rakan nya tergamam, mahu menersukan perjalanan atau tidak ? ini adalah kerana tiada laluan bagi perahu sekecil itu untuk meneruskan sisa perjalanan. Satu batang pokok sebesar 3 pemeluk ( 3 orang ) melintang , menhalang perahu itu dari melintas. Sedangkan, perjalanan masih jauh. Kerana nekad dan niat walaupun tanpa peralatan yang cukup, mereka teruskan. Gerun aku mendengar cerita mereka..cuba bayangkan berjalan dalam kegelapan di waktu Maghrib demi untuk satu matlamat.Cerita itu juga membuat aku menilai erti persahabatan , erti pengorbanan, erti kerja sukarela.


Sahabat ini melontar satu cerita..cerita satu keluarga yang bergantung pada sampah sarap untuk menyara diri. Sahabat ini bukan bertujuan untuk menceritakan keburukan keluarga dan aku menghebohkan ini bukan untuk mengaibkan sesiapa. Memang tugas aku mungkin di dunia ini. Kemana saja aku pergi..dengan siapa saja aku berkhidmat..cerita sebegini mengejar aku. Aku pun sering tertanya mengapa aku ? Adakah aku patut mendiamkan diri mengengar berita atau cerita sebegini. dan kenapa sahabat aku juga mendapat berita sebegini ? Ya Allah ampuni lah dosa kami ..sessungguhnya engkau maha mengetahui. Sekarang cerita ini sudah menjadi satu berita, berita yang perlukan satu penyelesaian. Sebaik saja sahabat ini meletakkan noktah, aku menghubungi satu lagi sahabat. Terlalu jauh untuk aku menlangkah kaki ke lokasi keluarga ini. Di sini kita boleh mengukur sejauh mana kita bersahabat..




Friday, June 25, 2010

Bonda..... tepat jam 4.30 pagi anakmu di kejutkan dari mimpi..mimpi apa? Lupa lagi...ini semua berpunca dari si Kepala Ikan.


Subuh lagi Arwah ayah sudah melabohkan sampannya..masih terbayang ayah berseluar pendek berjalur biru memegang mata kail dan jala . Si kecil Hazik dan Iman mencucuk mulut si Ikan Sembilang hasil tangkapan ayah..sambil tersenyum ayah berkata ' jaga jaga nanti kena gigit..si kecil menjawab..ada gigikah?...Ayah dibesarkan di kawasan berhampiran sungai..maka, itu sebabnya sukar untuk ayah tinggal jauh dari sungai. Perahu atau Sampan teman ayah sebagai hobi..






DIA yang ENGKAU Cari…... catatan 5/2/07

Tahukah engkau ?
Dikala dibuai mimpi pagi,
DIA bermandikan embun yang mengigit jari
Mengejar mentari yang kian tinggi
Mengejar impian yang belum pasti
Mengejar janji sehidup semati

Namun engkau ? masih lagi bermimpi………………….

Tahukah engkau ?
Dikala berteman mata pena mu
DIA berbedakkan asap, bermandikan debu,
Menanti mu di muka pintu,
Menatap wajah mu yang pasti lesu
Memeluk mu tanpa jemu

Namun engkau ? Diam membisu………..

Tahukah engkau ?
Dikala dingin menyapa seru
DIA bertilamkan sejadah berbantal kitabmu
Menadah tangan memohon restu
Meratap jauh bersama sedu
Mencari engkau yang kian layu

Namun engkau ? Terus terpaku…

Dalam hidupmu, kehadirannya hanya sekali
Dalam dirimu, darahnya mengalir pasti
Namun engkau ? Terpaku berdiri menanti hari











Engkau tiba bersama harapan,







Berkat doa serta impian

Buat ENGKAU  yang bergelar ANAK, DIA bergelar IBU,bergelar AYAH..






Thursday, June 24, 2010



Salam buat mu Bonda, sungguh cuai anakmu,memang wajar anakmu ini dipersalahkan..bagaimana boleh lupa medical appointment Bonda? ishhh..


Bagaimana ini boleh berlaku?Anakmu ini perlukan kegelapan untuk melihat bintangkah?Anakmu ini perlukan air laut..untuk merasa keringnya tekak ke?


Inilah kami Bonda, yang bergelar anak. Alpa dalam dunia sendiri.


Si A dan B sibuk membina castle dari pasir pasir yang ada. Kedua duanya beriya iya biar pun hangat mentari terasa. Kulit mula mengupas namun..keasyikan adalah segalanya. Tetiba ombak deras hadir..mengibas segala yang ada..Si A dan B..tergamam seketika. Castle yang telah dibina..hampir 3 tingkat..satu persatu, kembali asal. Saling melihat diantara satu sama lain..menangislah..kata hati kecilku, menangislah..hampir 3 jam engkau berdua membina Castle itu, tak sampai 5 minit..ianya berkecai. Menangislah..aku ingin melihat engkau berdua menangis.. HAHAHAHA..tetiba keduanya bertepuk tangan. Hmmmm....




Kenapa mereka bertepuk tangan gembira? Si Kecil A dan B..tidak kenal erti keletihan,tidak kenal erti kepenatan. Kalau letih, bancuh susu, mulalah main cuping telinga terus tertidur, itulah telatah si Kecil..maka wajar bagi Si A dan Si B bertepuk tangan..mereka tak perlu castle itu..mereka telah sama membina, sama sama kehilangan..sama sama gembira. Tetapi seandainya si A dan Si B ini..orang dewasa, sepak terajanglah jawabnya. Nape ye Bonda? Apa kita perlu belajar dari si kecil A dan B?



Tuesday, June 22, 2010

Bonda !!,.anakmu di minta menjadi Wedding Planner...


Tugasan apa itu Bonda? November lepas..anakmu berjumpa Mak Andam. Wajahnya begitu familiar ..she reminds of those days... I admire her skills..yes, I never thought that it could become a career, honestly. Yes..I did have that dream..now I wonder what happened to all my dreams, vanished? Aduh, jauh sudah anakmu ini berlari rupanya..


Bonda..I do miss ' em all..I really am ,that I want to be  home


Keletihan , kelesuan..teringat akan kata kata sahabat. Biarkan dunia kejar kita, jangan kita kejar dunia. Terlalu sukar untuk anakmu meneruskan sisa perjalanan, tetiba terasa keresahan, terasa kekesalan..apa yang ingin anakmu cari Bonda..? 
Maafkan anakmu Bonda, seketika terasa kehilangan..terasa kehanyutan..


 I sometimes find I'm drifting
Through this life without effect;
I often wonder if I'm truly
Worth what I've been blessed.

I search through days that have been hard,
To try to understand,
The many trials that I have known,
The life that I have had.

You see me in my daily grind,
So confident and strong;
Yet when I am alone, I question
Just where I belong.

I often try too hard I find,
To analyze and guess,
To scrutinize, investigate
My life I will confess.

For somewhere deeper, there must be
Some meaning to this life,
Some way to make a difference,
Give a reason for this strife.

Is there some hidden meaning?
Some agenda to be found?
A greater purpose waiting
If I care to hang around?

It teases and it taunts me,
Always slightly out of sight;
A hazy vision out of reach,
Where darkness hides the light.

I struggle to bring clarity
To what awaits me there,
And yet this weak illusion
Always fades before my stare.

It seems the harder that I try,
To focus through the haze,
Just serves to add more questions,
Through my endless, tired gaze.

Perhaps I'm trying just too hard,
To understand it all,
For can we ever truly know
Just what we have in store?

Each incident, each moment passed,
Just adds upon the next,
But in the end, will I find truth ...
Or will I be perplexed?

Perhaps I make it harder
Than it has to be sometimes,
But will my searching bring to me
My meaning over time?

Or will it leave me broken,
And confused as I feel now,
While questions bring no solitude,
To this, my wrinkled brow.



'Engkau biar dirimu di jajah. Suara sumbang itu hadir lagi. Am a dreamer..drifter..





Let go..

Bonda..a lovely evening with a lovely smiles..


Life has kicked me around,sometimes it scares me and it beats me up..Do you know what  ..Bonda
I just realize I survived..15 years and yes......it made me feel strong..but will the strong last? He knows...


Bonda..I decided 


That I need to go into depth.After all..I used to be kicked around , another kick it may helped to shortened my journey..He knows..Keep Praying, after all those prayers is needed by all of us.


Bonda..


I am what I am now..I am not an advocate, I dont think I can be one but we all have duty. What we have learned we must share..freedom of speech..and respect. As some friend said, you are lucky, you find what you love doing..well, I must enjoys it to love it . Once in my life...there was a light and that light keep shining on me..with his love and yes I do agree that pain is gain, perjuangan itu pahit , namun syurga itu tetap manis.




Let me share you a story of NASIBA THE HERO OF UHUD BATTLE

The deep scar on the shoulder of Nasiba, daughter of Kaab, spoke of a major wound in the past. Whenever the women, especially of the younger generation who had not seen the time of the Prophet or were too small at that time, noticed the cavity in her shoulder, they enquired with extreme curiosity about the frightening incident, which had resulted in the injury to her shoulder. They loved to hear her adventures in the battle of Uhud from her own mouth.

She had never imagined that she would fight shoulder to shoulder with her husband and two sons defending the Prophet in the battle of Uhud. She had only taken the water-skin on her back so that she could provide water to the injured and also had taken some home-made bandages to dress their wounds. She had not thought of herself as worthy of any other work on that day.

Although the Muslims were small in number and had only a limited supply of equipment's, they gave a grand defeat to the enemy who took to their heels vacating the battlefield. But soon after, due to the negligence of some men guarding the "Ainain Hills", the enemy made a surprise attack from the rear, turning the victory of the Muslims into defeat. The Muslims surrounding the Prophet fled away, leaving him almost alone in the battlefield.

When Nasiba saw this precarious situation, she put the water-skin on the ground, and took a sword in her hand. She fought with the sword and also made good use of bows and arrows; and took a shield left over by a fleeing soldier. Once she noticed a man shouting: "Where is Mohammed himself?" She approached him immediately and inflicted a few blows on him; but he was double-armored and her attacks had not much effect on him. He then inflicted such a heavy blow on the shoulder of the armor less woman that it required treatment for one year. Noticing a stream of blood gushing from her shoulder, the Prophet called to one of her sons to immediately dress her wound. He put a bandage over her shoulder and she again got busy in the battle.

Meanwhile one of her sons got injured. She took out a bandage and dressed his wound. The Prophet watching the scene smiled at the heroism of this woman. After dressing her son's wound she instructed him to get going for the battle. These words were still in her mouth when the Prophet pointed out a man to her and told her that he was the same man who had injured your son. She attacked the man like a lioness and inflicted her sword on his leg. He fell on the ground. The Prophet said, "Well, thou hast taken thy revenge. Thanks for God who gave the victory on him and made thy eyes cool."

Many Muslims were martyred and wounded. She herself was severely wounded and there was no hope of her life. After the battle of Uhud, the Prophet ordered the wounded Muslims to persue the enemy unto Hamra-ul-Asad, to be sure of their intention and condition. Nasiba also wanted to accompany them but the deep injuries did not allow her to do so. On returning from Hamra-ul-Asad, the Prophet before reaching his house sent someone to enquire about her health and was pleased to learn that she was alive.

How I wish I can be like her..wish..wish..








Friday, May 21, 2010

Rahsia..Dia tahu segala galanya..


Bonda..Bonda sering bercerita untuk kami sebelum tidur, sekarang giliran anakmu pula..


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.


Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.


Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.


Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.


Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.


Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.


"Cittt…cericirit…cittt" Ah suara apa itu?


Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.


"Cittt…cericirit…cittt," suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu… dua… tiga… dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.


Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.




Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.


Bonda..apa rencanaNya untuk kita?untuk anakmu?


15 tahun satu jangkamasa yang pendek rupanya kerana anakmu di panggil agar meneruskan sisa sisa hidupnya..Seperti cerita itu, anakmu melihat akarnya pada 2 Mei 2010. DIA mendengar..bisikan kecil di antara dua pagar, biar ini menjadi tanda tanya kerana..pada saat itu, hanya 2 sahabat yang tahu apa berlaku.

Monday, May 17, 2010

Antara Dua

Salam buat mu Bonda..


Mampukah anak mu meneruskan perjalanan ini?


Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama.


Dapatkah kudidik jiwa seperti Siti Aishah,
Isteri Rasulullah yang bijak,
Pendorong di kala kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan.
Mengalir air mataku,


Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat pada abuyanya yang sentiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah ia sebagai wanita penghulu syurga.


Ketika aku marah,
Inginku intip serpihan sabar,
Daripada catatan hidup Siti Sarah.
Tabahkah jiwaku,
Setabah umi Nabi Ismail,


Mengendong bayinya yang masih merah,
Mencari air penghilang dahaga,
Di terik padang pasir merak,
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah,
Pengharapannya hanya pada Allah,
Itulah wanita Siti Hajar.


Dapatkah aku mengikut jejak Siti Rahmah,
Permaisuri Nabi Ayyub,
Pasrah dengan dugaan Tuhannya,
Walau pernah tersungkur ke dalam jerat syaitan,
Namun ia kembali,
Kerana iman yang kuat,
Telah dijanjikan syurga adalah balasannya,
Bahagia adalah miliknya.


Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman,
Bersinar indah, harum tersebar,
Bagai wanginya pusara Masyitah


Bonda, jom kita bersyair......
Kita di cipta untuk tujuan dan hikmah tertentu. Begitu juga anakmu ini. Anakmu tidak mampu untuk melaku apa yang tercatat.Anakmu hanya mampu mencoret perjalanan singkat hidup ini.


Bonda..sekarang bahasa Arab bonda di tahap berapa? 


Tarikh 22 Julai 1997, tarikh keramat buat anakmu. Seminggu kemudian anakmu mendapat tawaran belajar ke luar negara, anakmu meninggalkan tanahair tercinta pada bulan Ogos 1997. Terlalu perit rasanya meninggal Bonda serta keluarga, anakmu yang pertama pergi jauh meninggalkan keluarga. Teringat ketika kaki menjejak kaki di England, anakmu terpinga pinga ketika berada di Heathrow Airport di kelilingi oleh wajah wajah yang pernah anakmu jumpa, rezeki dimana mana. Heathrow di hujani oleh masyarkat asia yang bekerja sebagai pengutip sampah kepada ticketing officer. Jika di Malaysia kita sering melihat Mat Saleh duduk di hotel, berpakaian kemas, tetapi bila melihat mat salleh menyapu sampah, anakmu tersenyum..aduh!! kita semua nya sama. Ketika tiba di bandar london, anakmu ditempatkan di apartment dewasa ,anakmu rindu suara Azan. Yang kedengaran bunyi ambulan, bunyi siren polis...bunyi keretapi..siang dan malam. Itulah Kota Metropolitan. Sepanjang berada di Kota London..anakmu merasa kehidupan berbeza..tinggal bersama keluarga Islam Bangladesh, India dan Pakistan. Kagum pada masa yang sama keliru..Budaya hidup termasuklah bahasa, mereka boleh menjalani kehidupan seperti biasa. Anakmu? terkial kial mencari sesuatu untuk bertaut. Sukar dan mencabar bila mana..bahasa dan budaya yang berbeda, namun, sinarnya hadir setelah seketika. Manis sungguh bila mengingati anakmu berlari di celah celah masjid ketika menyambut Aidil fitri pertama di perantauan. Masih kedengaran ..Bonda bertanya, kenapa ada bunyi ambulan ketika bersembang di pagi raya, Bonda ingatkan anaknya sakit dan perlu segera ke hospital. Itulah kehidupan kota..tiap hari anakmu kena cuci lubang hidungnya..penuh debu . Bandar London yang kelabu..


Bonda, hal anta maridh ? La..ana bikhoir...Bonda seorang yang tabah.


Bayangkan bagaimana perasaan anakmu apabila di beritahu ada 'bomb scare'? Peperangan Iraq Amerika sedang berlarutan..ancaman bom dimana mana, apatah lagi dibandar London. Anakmu tinggal berdekatan dengan Central london..lokasi utama Pusat Perhentian Keretapi Kings Cross, menjadi tumpuan Penganas, entah siapa mereka ini. Kami di minta meninggalkan bangunan kami kerana keselamatan tergugat. Segera anakmu melangkah. Ketika itu..awal Disember Musim Sejuk melanda..anakmu sempat menyambar topi, stokin, baju jaket dan kasut. Dengan berbaju T apek..anakmu berlari sejauh yang mungkin, ketika itu entah berapa puluh anggota bomba sudah bersedia untuk menyerbu masuk bangunan itu. Pertama kali dalam hidup anakmu menyaksikan Bomba berbaju oren ,jumlahnya tak terkira..seperti ulat memenuhi jalanraya..seketika airmata anakmu mengalir..teringat akan bonda dan keluarga..inilah nasib pedagang..ajal maut di tangan tuhan. Cerita famili Palestin mengamit hati..kalimah syahadah sahabat sejati.


Bonda..bagaimana dengan projek tanaman tomato di belakang rumah kita?


Anakmu di kenali sebagai Bagong dikalangan sahabat di kampong, bagong suka makan apa saja, macam DBKU kata salah seorang cucu bonda. Kesukaran mendapat makanan halal menjadikan anakmu seorang vegetarian...sayor sayoran jadi keutamaan. Ketika berada di up country side, tomato menjadi tumpuan. macam makan epal,,sedap , crunchy dan manis. Tetapi kenapa yang di Malaysia tidak begitu sedap?




Bonda, Malaysia kalah dalam Piala Thomas!!!
Impian untuk memiliki, hancur lebur..Akhirnya kecundang di Negara sendiri, di depan jutaan rakyat Malaysia, biasalah, bila kalah, jadi cemuhan. Namun kata kata Lind Dan memberi makna,' aku tidak mengejar ranking, aku kejar gelaran piala pertandingan, masyarakat ingat pertandingan mereka tak ingat ranking...adakah ranking tiket kepada kemenangan?


Sekembali anakmu dari luarnegara, anakmu di naik kan pangkat. Mimpi ngeri rasanya...di negara maju, sistem sokongan panjang berjela, di Malaysia? apatah lagi dunia bidang pilihan anakmu ini, entah berapa ramai yang mahu. Ngeri kerana, kosong, anakmu harus bermula dari A, dari bawah. 15 tahun..selama 15 tahun mencari nama..identiti..akhirnya, ketanah jua., hancur lebur setelah 15 tahun mengabdikan diri..namun anakmu ibaratkan itu baru di katakan perjuangan kerana yang hancur adalah impian anakmu namun..dia tetap berdiri megah..kehadirannya di terima. Jika ingin tau siapa dia..tanya tuan empunya cerita.


Entahlah Bonda, inikah perasaan Cheng Wei..? Perjuangan kami berbeda dan anakmu terlalu kecil di banding dengan Piala Thomas..