Search This Blog

Friday, May 21, 2010

Rahsia..Dia tahu segala galanya..


Bonda..Bonda sering bercerita untuk kami sebelum tidur, sekarang giliran anakmu pula..


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.


Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.


Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.


Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.


Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?" Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.


Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.


"Cittt…cericirit…cittt" Ah suara apa itu?


Ternyata, ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.


"Cittt…cericirit…cittt," suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu… dua… tiga… dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.


Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.




Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.


Bonda..apa rencanaNya untuk kita?untuk anakmu?


15 tahun satu jangkamasa yang pendek rupanya kerana anakmu di panggil agar meneruskan sisa sisa hidupnya..Seperti cerita itu, anakmu melihat akarnya pada 2 Mei 2010. DIA mendengar..bisikan kecil di antara dua pagar, biar ini menjadi tanda tanya kerana..pada saat itu, hanya 2 sahabat yang tahu apa berlaku.

Monday, May 17, 2010

Antara Dua

Salam buat mu Bonda..


Mampukah anak mu meneruskan perjalanan ini?


Mampukah aku menjadi seperti Siti Khadijah?
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabillah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama.


Dapatkah kudidik jiwa seperti Siti Aishah,
Isteri Rasulullah yang bijak,
Pendorong di kala kesusahan dan penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan.
Mengalir air mataku,


Melihat pengorbanan puteri solehah Siti Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat pada abuyanya yang sentiasa berjuang,
Tiada memiliki harta dunia,
Layaklah ia sebagai wanita penghulu syurga.


Ketika aku marah,
Inginku intip serpihan sabar,
Daripada catatan hidup Siti Sarah.
Tabahkah jiwaku,
Setabah umi Nabi Ismail,


Mengendong bayinya yang masih merah,
Mencari air penghilang dahaga,
Di terik padang pasir merak,
Ditinggalkan suami akur tanpa bantah,
Pengharapannya hanya pada Allah,
Itulah wanita Siti Hajar.


Dapatkah aku mengikut jejak Siti Rahmah,
Permaisuri Nabi Ayyub,
Pasrah dengan dugaan Tuhannya,
Walau pernah tersungkur ke dalam jerat syaitan,
Namun ia kembali,
Kerana iman yang kuat,
Telah dijanjikan syurga adalah balasannya,
Bahagia adalah miliknya.


Mampukah aku menjadi wanita solehah?
Mati dalam keunggulan iman,
Bersinar indah, harum tersebar,
Bagai wanginya pusara Masyitah


Bonda, jom kita bersyair......
Kita di cipta untuk tujuan dan hikmah tertentu. Begitu juga anakmu ini. Anakmu tidak mampu untuk melaku apa yang tercatat.Anakmu hanya mampu mencoret perjalanan singkat hidup ini.


Bonda..sekarang bahasa Arab bonda di tahap berapa? 


Tarikh 22 Julai 1997, tarikh keramat buat anakmu. Seminggu kemudian anakmu mendapat tawaran belajar ke luar negara, anakmu meninggalkan tanahair tercinta pada bulan Ogos 1997. Terlalu perit rasanya meninggal Bonda serta keluarga, anakmu yang pertama pergi jauh meninggalkan keluarga. Teringat ketika kaki menjejak kaki di England, anakmu terpinga pinga ketika berada di Heathrow Airport di kelilingi oleh wajah wajah yang pernah anakmu jumpa, rezeki dimana mana. Heathrow di hujani oleh masyarkat asia yang bekerja sebagai pengutip sampah kepada ticketing officer. Jika di Malaysia kita sering melihat Mat Saleh duduk di hotel, berpakaian kemas, tetapi bila melihat mat salleh menyapu sampah, anakmu tersenyum..aduh!! kita semua nya sama. Ketika tiba di bandar london, anakmu ditempatkan di apartment dewasa ,anakmu rindu suara Azan. Yang kedengaran bunyi ambulan, bunyi siren polis...bunyi keretapi..siang dan malam. Itulah Kota Metropolitan. Sepanjang berada di Kota London..anakmu merasa kehidupan berbeza..tinggal bersama keluarga Islam Bangladesh, India dan Pakistan. Kagum pada masa yang sama keliru..Budaya hidup termasuklah bahasa, mereka boleh menjalani kehidupan seperti biasa. Anakmu? terkial kial mencari sesuatu untuk bertaut. Sukar dan mencabar bila mana..bahasa dan budaya yang berbeda, namun, sinarnya hadir setelah seketika. Manis sungguh bila mengingati anakmu berlari di celah celah masjid ketika menyambut Aidil fitri pertama di perantauan. Masih kedengaran ..Bonda bertanya, kenapa ada bunyi ambulan ketika bersembang di pagi raya, Bonda ingatkan anaknya sakit dan perlu segera ke hospital. Itulah kehidupan kota..tiap hari anakmu kena cuci lubang hidungnya..penuh debu . Bandar London yang kelabu..


Bonda, hal anta maridh ? La..ana bikhoir...Bonda seorang yang tabah.


Bayangkan bagaimana perasaan anakmu apabila di beritahu ada 'bomb scare'? Peperangan Iraq Amerika sedang berlarutan..ancaman bom dimana mana, apatah lagi dibandar London. Anakmu tinggal berdekatan dengan Central london..lokasi utama Pusat Perhentian Keretapi Kings Cross, menjadi tumpuan Penganas, entah siapa mereka ini. Kami di minta meninggalkan bangunan kami kerana keselamatan tergugat. Segera anakmu melangkah. Ketika itu..awal Disember Musim Sejuk melanda..anakmu sempat menyambar topi, stokin, baju jaket dan kasut. Dengan berbaju T apek..anakmu berlari sejauh yang mungkin, ketika itu entah berapa puluh anggota bomba sudah bersedia untuk menyerbu masuk bangunan itu. Pertama kali dalam hidup anakmu menyaksikan Bomba berbaju oren ,jumlahnya tak terkira..seperti ulat memenuhi jalanraya..seketika airmata anakmu mengalir..teringat akan bonda dan keluarga..inilah nasib pedagang..ajal maut di tangan tuhan. Cerita famili Palestin mengamit hati..kalimah syahadah sahabat sejati.


Bonda..bagaimana dengan projek tanaman tomato di belakang rumah kita?


Anakmu di kenali sebagai Bagong dikalangan sahabat di kampong, bagong suka makan apa saja, macam DBKU kata salah seorang cucu bonda. Kesukaran mendapat makanan halal menjadikan anakmu seorang vegetarian...sayor sayoran jadi keutamaan. Ketika berada di up country side, tomato menjadi tumpuan. macam makan epal,,sedap , crunchy dan manis. Tetapi kenapa yang di Malaysia tidak begitu sedap?




Bonda, Malaysia kalah dalam Piala Thomas!!!
Impian untuk memiliki, hancur lebur..Akhirnya kecundang di Negara sendiri, di depan jutaan rakyat Malaysia, biasalah, bila kalah, jadi cemuhan. Namun kata kata Lind Dan memberi makna,' aku tidak mengejar ranking, aku kejar gelaran piala pertandingan, masyarakat ingat pertandingan mereka tak ingat ranking...adakah ranking tiket kepada kemenangan?


Sekembali anakmu dari luarnegara, anakmu di naik kan pangkat. Mimpi ngeri rasanya...di negara maju, sistem sokongan panjang berjela, di Malaysia? apatah lagi dunia bidang pilihan anakmu ini, entah berapa ramai yang mahu. Ngeri kerana, kosong, anakmu harus bermula dari A, dari bawah. 15 tahun..selama 15 tahun mencari nama..identiti..akhirnya, ketanah jua., hancur lebur setelah 15 tahun mengabdikan diri..namun anakmu ibaratkan itu baru di katakan perjuangan kerana yang hancur adalah impian anakmu namun..dia tetap berdiri megah..kehadirannya di terima. Jika ingin tau siapa dia..tanya tuan empunya cerita.


Entahlah Bonda, inikah perasaan Cheng Wei..? Perjuangan kami berbeda dan anakmu terlalu kecil di banding dengan Piala Thomas..

Am I..the lost sheep ?

Bonda...seperti biasa ada tak kekanda bonda bertandang di rumah kita pada hari ini?


Sudah lelap kah Bonda? Entah kenapa begitu sukar untuk anakmu memejamkan mata, perjumpaan dengan 2 orang sahabat. Sambil makan kami berbicara tentang telatah manusia. Anakmu ni seorang yang cepat melatah, apatah lagi dikala tertekan. Terasa  'hilang seketika'. Kekecewaan terasa sangat.I feel tired! Selalunya apabila anakmu ini mengeluar perkataan tired , ia bermaksud dalam keadaan tertekan. Ya Allah, permudahkan lah pekerjaan dan tanggungjawabku.


Bonda..bagaimana sambutan hari ibu semalam?


Perbualan kami ringkas saja. Satu atau dua topik,cara terbaik membantu anakmu ini dalam mengatasi cabaran , tugas dan tanggungjawab besar, ia merupakan amanah agar nilai nilai itu sentiasa bugar. Anakmu bertanya apakah bashirohnya hilang..?


Di kepala anakmu penuh dengan tanda tanya, itu sebabnya anakmu ini memohon untuk berjumpa dengan sahabat ini. Sahabat ini pernah berkata, just give me a call, we talk about it.  Sahabat ini tau dan faham perjalanan anakmu ini , kami bersahabat sejak remaja lagi , ingat tak ? kami sering mengucar kacirkan dapur bonda dengan masakan maggi mi di tengah malam, kami selalu duduk di atas septik tank rumah jiran tetangga, kami sering bermain 'asel' ditengah jalanraya, waktu bermain kami adalah dari jam 11.00 malam sampai jam 3.00 pagi. Kami tak pandai bermain kat shopping kompleks sebab kami tidak ada duit, jadi paling dekat , main dekat dengan rumah, apabila haus atau lapar, lari saja dan kebetulan rumah kita yang paling hampir.


Bonda tersayang,


Anakmu ini masih ingat, Bonda sering duduk di anak tangga memerhati tingkah laku kami, jika hari sudah lewat, bonda akan baring di kerusi malas.Sayang seorang ibu, maafkan anakmu ini, kenakalannya tidak pudar walaupun telah berusia. Dimana ayah ketika itu ?  Arwah ayah..bukannya tak sayang, tetapi amat mempercayai bahawa anaknya ini tahu jalan pulang. Mungkin juga itulah satu dari sifat lelaki yang jarang menampakkan kasih sayang mereka. Cara mereka mencurah kasih sayang berbeza.


Bonda ,


Topik perbualan kami ringkas sahaja. Anakmu mencari, mencari pewaris, inginkan pewaris yang boleh meneruskan sisa perjalanan . Anakmu keletihan setelah 15 tahun bergelumang di jalan yang penuh liku ini. Yes, I want to let go tetapi pertanyaan dari sahabat, jika engkau boleh bertahan 15 tahun kenapa tidak 15 tahun yang akan datang? Macam cerita Adam Maya pulak...pada masa yang sama anakmu bertanya pada diri..mampukah anakmu bertahan 1..2..3.. tahun lagi  ? Ini bukan berkenaan kemampuan anakmu tetapi anakmu ini pun ada misi dan visi tersendiri. Anakmu telah pergi jauh dengan dunianya. Cukup sudah rasanya anakmu ini merasai pahit manisnya, sudah tiba masa nya anakmu ini merintis jalan barunya. Itu tekad anakmu ini... Anakmu sudah diberi kesempatan menikmati segala pemberiannya 15 tahun yang lepas dan sekarang biar iannya di rasai oleh mereka yang lain.Keletihan kerana kepuasan yang teramat sangat,pahit manis semua ada. Seorang sahabat tidak akan memikirkan bahawa anakmu ini patah hati, sahabat akan berkata, 'beri peluang pada yang lain, anakmu dan sahabatnya berfikir, ada lagi mereka yang terbaik untuk ini....


Bonda..bagaimana projek cili padi kita, bagaimana hasil benihnya? menjadi tak?


Biar kita imbas kembali ya ,bagaimana ianya bermula.  Pada 22 Julai 1997, jam 2.00 petang, anakmu membuat panggilan dari PWTC mengatakan, jangan lupa ya , jam 2.00 petang anakmu muncul di kaca TV. Anakmu bersama 4 rakan seperjuangan membaca ikrar di Dewan PWTC di hadapan PM secara live...anakmu bangga, anak Sarawak di beri kepercayaan mengetuai Bacaan Ikrar ..bahawasanya Kami Rakyat Malaysia Berikrar Akan ...tak payah anakmu lanjutkan , rasanya Bonda tau..apa itu Ikrar sebagai Sukarelawan..Semuanya bermula di situ, di kaca TV itu sendiri Bonda melihat dan merasa bangga anaknya berdiri megah membawa bendera Sarawak. Bonda siap memberitahu jiran tetangga..Alhamdulillah, akhirnya anakmu berjaya membuat Bondan merasa bangga, arwah ayah, senyum, itulah ayah..senyum bahagia. Saat itu hingga kini masih terasa. Ikrar sudah macam sumpah..bukannya terpaksa tetapi tanggungjawab, sudah menjadi amanah hingga kini. Besarkan ..tanggungjawab yang anakmu ini pikul ?



Terkunci.....

Bonda apa kabar ?,


Alhamdulillah...semalam, anakmu menerima panggilan dari jauh, dari teman dan sahabat bertanya kabare.Bonda kenal siapa diakan?, Sahabat anakmu ,kehadirannya sering menceriakan, Bonda, kita teruskan doa ,agar hatinya terbuka akan cahaya keislaman. Anakmu ini hampir setiap waktu berdoa, dalam anakmu berdoa, anakmu mencari kekurangan diri, kenapa begitu lama doa anakmu belum dimakbulkan, Ya Allah, kau bukakan pintu hati sahabat ku ini, kau berilah cahaya keimanan di matanya, ditelinganya, di hatinya.Sesungguhnya engkaulah yang maha mengetahui, maha mengasihani...amin.


Bonda yang ku kasihi,


Anakmu mohon keizinan untuk meneruskan sisa perjalanannya..
Samada kita suka atau tidak Monday will always be Monday, we cant change that..but we can change siapa diri kita pada hari hari tertentu. Kita boleh menganggap, Monday itu Friday, Kita boleh buat Monday itu Sunday, kenapa harus kita tunggu agar Monday itu Tuesday?...Such a waste..I think


Aku sering menyebut Ilmu itu perlu dicari, hari ini aku membaca Diari Sufi.......Ilmu tanpa diamal satu kerugian. Dengan Ilmu tanpa agama, akibatnya hina.Begitu dalam maknanya.Aku juga selalu kata..kau sebut dengan mulutmu, lafaz dengan lidahmu, laksanakan dengan hatimu, apakah bedanya dengan penyataan tadi ?. Tidak berguna Ilmu itu jika tidak berkongsi, itulah prinsip aku. Pengalaman aku juga mengingatkan aku, berkongsi boleh tetapi kekadang jangan pikir perkongsian itu boleh diguna di satu landasan..so we have to be creative. Sahabat ada mengingatkan, Jangan sampai matlamat menghalalkan cara...Jadi dosa pulak, Nauzubillahiminzalik..


Ilmu itu dari mana? dari satu pencarian. Samada melalui pembacaan, pergaulan ataupun kau letak kaki kau dalam bakul itu dan rasalah goncangannnya! Cut short ! Pengalaman..Pengalaman amat berharga kerana engkau kena guna fizikal, mental dan spiritual. Bercakap tentang pengalaman, bila ku amati, ada manis pahitnya. Yang pahit aku telan, yang manis aku kongsi..biasakan? Bersyukur ada insan yang menemani perjalanan ku ini.


Bonda ,


Kecuali Adam dan Hawa,kita hadir sebagai anak. Kita ada tugas di dunia, melaksana apa yang di impikan , apa yang di doa oleh Bonda dan Arwah Ayah.


Anakmu memohon maaf kerana menitis airmatamu ketika meneran,menganggu tidur kalian siang dan malam,mengotori tanganmu dengan najisku,memerah tenaga mu dari subuh ke larut malam demi sesuap nasi.  Terima Kasih Bonda, Ayahanda...anakmu lupa ,tanpa kedua tangan mu, perjalanan anakmu ini entah kemana perginya . Lihatlah , hari ini anakmu berdiri megah..terimakasih kerana menemani anakmu ini .


1, 2 ,3...langkah demi langkah
Isnin selasa rabu...hari demi hari
1991...92..93...tahun demi tahun
mamammmammm ..dadadddddaaa..dari satu alphabet kepada satu perkataaan kepada ayat
kita di mamah waktu...





Bonda..Duniaku..

Selamat Menyambut Hari  Bonda terutama sekali Buat Bondaku,


Bonda,


Hari Ibu ,Hari Bonda..maaf Bonda, entah kenapa hari ini di jadikan Hari Bonda, kenapa tidak kita jadikan setiap hari hari ibu atau bonda? Bonda, pengorbanan mu tidak mampu untuk ku balas . Anak mu ini teringat di kala melihat bagaimana diri Bonda menjaga Nenda ketika Nenda sakit tenat, Bonda bersengkang mata menjaga Nenda pada masa yang sama memasak untuk kami 10 kepala. Apatah lagi mengandung kami selama 9 bulan dan melahirkan kami . Bonda bertarung nyawa untuk kami,Ya Allah , engkau peliharalah Bondaku,berikan Bondaku kesihatan yang baik agar Bondaku dapat meneruskan jihad nya untuk mu.


Alhamdulillah Bonda,


Di pagi yang mulia ini sempat anakmu menjenguk tingkap,tingkap yg membolehkan anakmu melihat wajahmu.Wajah Bonda puteh bersih,setiapkali selepas mandi dan sebelum tidur Bonda akan melaku perkara yang sama..berbedakkan Pupur Cap Amoi. Wajah mu puteh bersih bukan kerana itu Bonda,tetapi kerana zikirmu di pagi subuh,zikir mu antara Maghrib dan Isyak, anakmu sudah nampak wajah itu, wajah bersih mu..apatah lagi di Akhirat nanti Bonda..


Bonda ,


Maafkan anakmu ini kerana memilih cara sebegini berbicara dengan dirimu. Di hati anakmu ini, Bonda adalah segala galanya, Ilmu Pengetahuan Tauhid Bonda terlalu tinggi walaupun sekadar Tahap 3 Madrasah.


Izinkan anakmu meneruskan sisa perjalanan ini...izinkan anakmu membahasakan dirinya 'aku', anakmu ini hanyalah aku dan aku inilah yang terakhirnya aku..dan aku hanya untuk sementara sahaja di dunia ini.
Sekadar perkongsian untuk memulakan bicara ..


Adidas,Amco,Nike..itu yang kucari,
Di Hopoh,di Lea Centre..engkau megah berdiri,
Betapa satu hari...
Si Fatin, Si Rezal, Si Azrul..tersenyum ceria,
'Aku pun nak...kerana ini hak ku..kerana aku mampu...
'Walaupun aku berwajahkan syndrome down, berkaki tanpa lutut, berlengan tanpa siku.. 


Bermimpi aku..tatkala skuter mencecah jambatan satok..
Satu Billboard..si Fatin,  si Azrul, Si Rezal..tersenyum riang..
Betapa serinya hari itu...
'Aku Syndrome Down..aku pun boleh berpakaian Adidas..
'Aku tak cukup anggota...tetapi aku berkasutkan Nike..


Satu impian ..entah bila akan jadi kenyataan. Jodoh ku tidak lama bersama mereka..tetapi tanpa ku sedari mereka bersama aku sehingga kini.


Aku bercita cita tinggi..cuba mengembali hak kepada yang berhak. Terasa sempit duniaku ini..bila mana kehadiran mereka di katakan membawa masalah, menyusahkan, banyak lagi kedengaran di telinga aku. Hampir setiap hari selama hampir 15 tahun aku melihat, mendengar keluhan , rintihan, sampai satu ketika ada seorang ibu mengugut mahu membunuh diri jika aku tidak dapat membantu. Terasa sempit nya dada walaupun aku rasa ia lapang dengan ilmu. Aku mengambil keputusan untuk menerima jemputan, menari di Negara Matahari..di Puncak Gunung Fukuoka, di tanah lapang Osaka. Jepun.